
LAPORAN PRAKTIKUM I
ZOOLOGI INVERTEBRATA
(ABKC 2201)
PROTOZOA
Disusun Oleh :
Noor Rahmina
A1C215030
Kelompok II B
Asisten Dosen :
Virginia Tamara
Zainudin, S.Pd
Dosen Pembimbing :
Drs. Bunda Halang, M.T
Drs. Dharmono, M.Si
Mahrudin, S.Pd., M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET
2016
PRAKTIKUM I
Topik :Protozoa
Tujuan :Mengenal beberapa
anggota phylum Protozoa yang hidup bebas di air tawar.
Hari / tanggal :Kamis / 3 dan 10 Maret 2016
Tempat :Laboratorium Biologi
PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
I.
ALAT DAN BAHAN
A.
Alat :
1.
Pipet tetes
2.
Kaca benda
3.
Kaca penutup
4.
Mikroskop
5.
Kompor gas
6.
Panci
7.
Gelas kimia
8.
Gelas aqua
sebanyak 8 buah
9.
Gelang karet
10. Tissue
11. Baki
12. Kapas
13. Toples
14. Plastik
hitam
- Bahan :
1.
Air kolam
2.
Air sawah
3.
Air selokan
4.
Air comberan
5.
Air sumur
6.
Kotoran ayam
kering
7.
Jerami
8.
Lumpur sawah
bagian atas
II.
CARA KERJA
A.
Medium Biasa
1.
Menyiapkan alat
dan bahan.
2.
Mengambil dengan
pipet 2-3 tetes air yang akan diuji, dan meletakkan pada kaca benda.
3.
Mengamati
protozoa yang tampak di mikroskop.
4.
Menggambar
morfologi hewan-hewan yang tampak dan menyebutkan bagian-bagiannya.
B.
Medium Biakan
1.
Menyiapkan alat
dan bahan.
2.
Mengambil air
sawah 1/3 dan memasukkan nya ke dalam toples.
3.
Mengambil lumpur
sawah bagian atas sebanyak 2 sendok dan memasukkannya kedalam toples yang telah
berisi air sawah tadi.
4.
Merebus jerami
dengan air secukupnya selama 15 menit.
5.
Mendinginkan air
rebusan, menyaringnya lalu mengambil sebanyak 80 ml air rebusan dan memasukkan
ke dalam toples
6.
Menambahkan
kotoran ayam kering dan sedikit jerami kedalam toples.
7.
Menutup toples
dengan kain kasa atau plastik hitam dan dikareti gelang jika penutup berupa
plastik maka plastik harus di lubangi dengan menggunakan jarum.
8.
Menempatkan
toples di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, sebelum di
teliti.
III.
TEORI DASAR
Protozoa adalah
hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel
tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun
Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat
beranekaragam morfologi, fisiologi, dan perkembang biakannya. Habitatnya di air
tawar, air laut, tanah yang lembap atau dalam tubuh hewan yang lain. Alat gerak
pseudopia, flagellum, silia, dan ada yang tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai
lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat karakteristiknya. Ada beberapa
spesies yang bersifat pathogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies
berperan penting dalam simbiosa dengan Ruminantia, sebagai mikroorganisme pada
serangga, berperan di dalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan
sebagainya. Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab
jasad ini dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber
makanannya. Di dalam keadaan yang tidak sesuai untuk pertumbuhannya beberapa
spesies dapat membentuk kista, yaitu bentuk sel yang dilindungi oleh dinding
sel tebal.
IV.
HASIL PENGAMATAN
A.
Tabel Hasil Pengamatan
No
|
Medium
|
Spesies
|
Keterangan
|
1
|
Air Kolam
|
Surirella
|
Perbesaran 10
x 10
|
2
|
Air Sawah
|
Paramecium sp.
|
Perbesaran 10 x 10
|
3
|
Air Selokan
|
Euglena viridis dan Pinnularia
|
Perbesaran 10
x 10
|
4
|
Air Comberan
|
Paramecium sp.
|
Perbesaran 10
x 10
|
5
|
Air Sumur
|
-
|
-
|
6
|
Air Biakan
|
Paramecium sp. dan
Volvox aurerus
|
Perbesaran 10
x 10
|
B.
Foto Pengamatan
- Paramecium sp (Pada air sawah, air comberan, dan air biakan)

- Volvox aureus (Pada air biakan)

Euglena viridis (Pada air selokan)
C.
Foto Literatur
- Paramecium sp (Pada air sawah, air comberan, dan air biakan)

(Anonim a. 2016)
- Volvox aureus (Pada air biakan)

(Anonim b. 2016)
- Euglena viridis (Pada air selokan)

(Anonim c. 2016)
V.
ANALISIS DATA
Berdasarkan hasil
praktikum yang dilaksanakan dengan bantuan media alami dan biakan saya
memperoleh data bahwa terdapat beberapa jenis protozoa di dalamnya, berikut ini
analisis nya :
1.
Paramecium sp
Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Protozoa
Superclass :
Ciliata
Class :
Holotriohea
Order :
Hymonostimatida
Famili :
Holotrichidae
Genus :
Paramecium
Spesies :
Paramecium sp
Sumber :
Hegner, 1968
Berdasarkan hasil
pengamatan yang saya lakukan saat praktikum kali ini diketahui bahwa hewan Paramecium sp dapat ditemukan di medium
air sawah, air comberan dan air biakan. Paramecium
sp hidup di air tawar yang bayak mengandung bakteri atau zat-zat organik,
bentuknya seperti sandal (cenela), ada bagian yang dempak di sebelah depan dan
meruncing di bagian belakang, terdapat banyak silia untuk alat gerak nya dengan
cara bergetar, dan memiliki trichocyst, mulut, rongga makanan, dan rongga
berdenyut, makronukleus, mikronukleus dan sel dubur.
2.
Volvox aureus
Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Protozoa
Superclass :
Mastigophora
Class :
Phytomastigophora
Ordo :
Volvocida
Famili :
Volvocidae
Genus :
Volvox
Spesies :
Volvox aureus
Sumber :
Jasin, 1992
Berdasarkan pengamatan
yang saya lakukan dalam praktikum, diperoleh bahwa hewan Volvox aureus dapat ditemukan hanya di air biakan saja. Bebtuk
tubuh hewan ini bermacam-macam ada yang bulat seperti bola, bulat memanjang,
bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Volvox
aureus berkembang biak dengan dua cara yaitu aseksual dan seksual, sebagian
besar selnya mempunyai titik mata, klorofil, vakuola kontraktil dan dua
flagella.
3.
Euglena viridis
Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Protozoa
Superclass
Mastigophora
Class :
Phytomastigoporea
Ordo :
Euglenida
Famili :
Euglenidae
Genus :
Euglena
Spesies :
Euglena viridis
Sumber :
Hegner, 1968
Berdasarkan hasil
pengamatan yang saya lakukan, diperoleh data bahwa hewan Euglena viridis terdapat dalam air selokan, pada seluruh tubuh
permukaannya memiliki silia yang sama panjang. Hewan ini memiliki bentuk tubuh
yang panjang, runcing pada anterior dan tumpul pada posterior. Euglena viridis ini dapat bertindak
sebagai heterotroph dan autotroph, hewan ini menggunakan kloroplas (warna
hijau) yang mengandung klorofil a, klorofil b, dan beberapa karotenoid pigmen
untuk menghasilkan gula oleh fotosintesis, setiap kloroplas mempunyai tiga
membran da nada di tumpukan tilakoid tiga.
Jika dalam kondisi
kelembapan yang rendah hewan Euglena
viridis ini dapat membentuk dinding pelindung di sekitarnya dan tidur
sebagai spora sampai kondisi lingkungan membaik, hewan ini juga dapat bertahan
dalam keadaan gelap dengan cara menyimpan paramylon butiran di dalam tubuh
pyemoid dalam kloroplas. Euglena viridis dapat
berkembang biak dengan cara membelah diri secara longitudinal.
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
pengamatan yang saya dalam praktikum kali ini serta dari analisis nya, dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1.
Protozoa
merupakan hewan-hewan yang bersel tunggal dan mempuntai ukuran tubuh yang
mikroskopis.
2.
Protozoa
berkembang biak dengan cara membelah diri, tetapi ada juga protozoa yang
mengadakan konjugasi, dan membentuk spora.
3.
Protozoa adalah
hewan yang bersifat parasit, mutualistis, dan komensal atau bebas.
4.
Anggota protozoa
yang dapat ditemukan di medium biasa atau alami pada praktikum kali ini yaitu :
Paramecium sp dan Euglena viridis.
5.
Anggota protozoa
yang dapat ditemukan di medium biakan pada praktikum kali ini adalah Paramecium sp dan Volvox aureus.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim a. 2016. http://infovisual.info.
Diakses pada tanggal 13 Maret 2016
Anonim b. 2016. http://www.funk..co.nz.
Diakses pada tanggal 13 Maret 2016
Anonim c. 2016. http://artikelsiana.com. Diakses pada
tanggal 13 Maret 2016
Halang,Bunda,
Dharmono, dan Mahrudin. 2016. Penuntun
Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin. PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
Rusyana,Adun. 2013. Zoologi Invertebrata. Bandung. Alfabeta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar