Minggu, 22 Mei 2016

Laporan MORTUM I



PRAKTIKUM 1

Topik                           : Daun Tunggal dan Bagian-bagiannya.
Tujuan                         : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal.
Hari / tanggal              : Kamis / 3 Maret 2016
Tempat                        : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.

I.                   ALAT DAN BAHAN
A.    Alat :
1.      Baki / nampan
2.      Alat tulis
3.      Lup
4.      Kamera
B.     Bahan :
1.      Daun Bambu ( Bambusa sp )
2.      Daun Tebu ( Saccharum officinarium L. )
3.      Daun Pisang ( Musa paradisiaca L. )
4.      Daun Jarak ( Ricinus communis L. )
5.      Daun Widelia ( Widelia sp )
6.      Daun Keladi ( Colocasia sp )
7.      Daun Mangga ( Mangifera indica L. )

II.                CARA KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2.      Menyusun bahan kedalam baki atau nampan.
3.      Mengamati bagian-bagian daun : tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamma), lidah-lidah (ligula).
4.      Mengamati bangun daun : lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, garis, pita, dsb.
5.      Mengamati ujung daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang / rata, berbelah, berduri.
6.      Mengamati pangkal daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang / rata, berlekuk.
7.      Mengamati tepi daun : rata, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit, berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
8.      Mengamati daging daun : tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas, seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
9.      Mengamati pertulangan daun : menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
10.  Mengamati permukaan atas dan bawah daun : gundul, licin (mengkilat, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbingkul-bingkul, berbulu, (jarang, halus dan rapat kasar).
11.  Mengamati warna daun pada permukaan atas dan bawah.
12.  Menggambar hasil pengamatan.

III.             TEORI DASAR
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk :
1.      Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi).
2.      Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi).
3.      Penguapan air (transpirasi).
4.      Bernafas (respirasi).
A.    Bagian-bagian daun
Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1.      Upih daun atau pelepah daun (vagina).
2.      Tangkai daun (petiolus).
3.      Helaian daun (lamina).
B.     Bangun / bentuk daun (Circumcriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu daun dengan :
1.      Bagian yang terlebar kira-kira di tengah-tengah helaian daun.
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus), memanjang (oblongus), dan bangun lanset (lanceolatus).
2.      Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun.
Daun-daun yang mempunyai bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu :
a.       Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti : bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).
b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
3.      Bagian yang terlebar terletak diatas tengah-tengah helaian daun.
Daun dengan bagian yang terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bengunan daunnya adalah bengun bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus), dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus).
4.      Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya.
Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika di bandingkan dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus), dan bangun jarum (acerosus).
C.    Ujung daun (Apex felli) dan pangkal daun (Basis folli).
Ujung dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
D.    Susunan tulang daun (nervatio atau venation).
Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu : ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (pennanervis), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cerninervis), dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).

E.     Tepi daun (margo folli).
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer), dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu :
1.      Tepi daun yag bertoreh merdeka.
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).
2.      Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.
Berdasarkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : berlekuk (lobatus), bercangap (fissus), dan berbagi (pertitus).
F.     Daging daun (intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar tubuh diubah menjadi zat-zat yag sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging daunnya. Oleh karena itu daging daun bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (cortacius), dan berdaging (carnosus).
G.    Warna daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.    Permukaan daun
Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik-sisik, rambut-rambut, duri, dll. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada uang licin (leavis), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (Lepidus).














IV.             HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel Pengamatan
No
Nama tumbuhan
Bangun daun
Ujung daun
Pangkal daun
Tepi daun
Daging daun
Permukaan atas dan bawah daun
Warna daun
Atas
Bawah
1.
Daun Bambu (Bambusa sp)
Bangun garis
Runcing
Runcing
Rata
Tipis seperti kertas
Kasar
Licin
Hijau tua
2.
Daun Tebu (Saccharum officinarium L.)
Pita
Runcing
Rompang
Rata
Tipis seperti kertas
Kasar
Kasap
Hijau
3.
Daun Pisang (Musa paradisiaca L.)
Jorong
Mem bulat  
Membulat
Rata
Tipis seperti kertas
Licin
Licin selaput lilin
Hijau cerah (atas), hijau gelap (bawah)
4.
Daun Jarak (Ricinus communis)
Perisai
Runcing
Membulat
Ber cangap menjari
Tipis seperti kertas
Licin
Licin
Hijau
5.
Daun Widelia (Widelia sp)
Bulat telur
Runcing
Tumpul
Ber gerigi ganda
Tipis seperti kertas
Ber bulu kasar
Ber bulu kasar
Hijau cerah (atas), hijau suram (bawah)
6.
Daun Keladi (Colocasia sp)
Perisai
Runcing
Membulat
Rata
Tipis lunak
Licin selaput lilin
Licin selaput lilin
Hijau suram
7.
Daun Mangga (Mangifera indica L.)
Bangun lanset
Meruncing
Tumpul
Rata
Perkamen
Licin mengkilap
Licin
Hijau cerah (atas), hijau suram (bawah)

















B.     Gambar Hasil pengamatan
1.      Daun Bambu ( Bambusa sp )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.      Tangkai daun
2.      Helaian daun
3.      Pelepah daun
4.      Ujung daun
5.      Tepi daun
b.      Foto Pengamatan

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
1.      Tangkai daun
2.      Pelepah daun
3.      Helaian daun
4.      Ujung daun
5.      Tepi daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Pelepah daun
  3. Helaian daun
  4. Ujung daun
  5. Tepi daun

Anonim a. 2016
2.      Daun Tebu ( Saccharum officinarium L. )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.      Pelepah daun
2.      Helaian daun
3.      Ibu tulang daun
4.      Tepi daun

b.      Foto Pengamatan

4
 
3
 
2
 
5
 
1
 
Keterangan :
1.      Pelepah daun
2.      Ibu tulang daun
3.      Helaian daun
4.      Tepi daun
5.      Pangkal daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

3
 
5
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Pelepah
  2. Helaian
  3. Ujung daun
  4. Tepi daun
  5. Ibu tulang daun


Anonim b. 2016
3.      Daun Pisang ( Musa paradisiaca L. )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.         Pelepah daun
2.         Tangkai daun
3.         Helaian daun
4.         Tepi daun
5.         Ujung daun
b.      Foto Pengamatan

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Pelepah daun
  2. Tangkai daun
  3. Helaian daun
  4. Tepi daun
  5. Ibu tulang daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

2
 
1
 
5
 
4
 
3
 
Keterangan :
  1. Pelepah daun
  2. Tangkai daun
  3. Helaian daun
  4. Ujung daun
  5. Ibu tulang daun


Anonim c. 2016
4.      Daun Jarak ( Ricinus communis L. )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.         Tangkai daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ujung daun

b.      Foto Pengamatan

2
 
3
 
4
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Tepi daun
  3. Ujung daun
  4. Pangkal daun


Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

4
 
5
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Helaian daun
  3. Ibu tulang daun
  4. Tepi daun
  5. Ujung daun


Anonim d. 2016

5.      Daun Widelia ( Widelia sp )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.         Tangkai daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ujung daun
5.         Pangkal daun
b.      Foto Pengamatan

3
 
5
 
4
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Ujung daun
  3. Tepi daun
  4. Pangkal daun
  5. Helaian daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ujung daun
  5. Ibu tulang daun

Anonim e. 2016


6.      Daun Keladi ( Colocasia sp )
a.       Gambar Pengamatan
                                             Keterangan :
1.      Pelepah daun
2.      Tangkai daun
3.      Helaian daun
4.      Tepi daun

b.      Foto Pengamatan

4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Pelepah daun
  2. Tangkai daun
  3. Ibu tulang daun
  4. Tepi daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Pelepah daun
  2. Tangkai daun
  3. Helaian daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Ujung daun


Anonim f. 2016


7.      Daun Mangga ( Mangifera indica L. )
a.       Gambar Pengamatan
Keterangan :
1.      Tangkai daun
2.      Helaian daun
3.      Ibu tulang daun
4.      Ujung daun

b.      Foto Pengamatan

4
 
2
 
3
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Helaian daun
  3. Ibu tulang daun
  4. Ujung daun

Dokumentasi Pribadi. 2016
c.       Foto Literatur

5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Keterangan :
  1. Tangkai daun
  2. Helaian daun
  3. Ujung daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Tepi daun

Anonim g. 2016



V.                ANALISIS DATA
1.      Daun Bambu (Bambusa sp)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisi                    : Magnolophyta
Classis                  : Liliopsida
Sub classis            : Commelinidae
Ordo                     : Cyperales
Familia                 : Poaceae
Genus                   : Bambusa
Spesies                 : Bambusa sp
Sumber                 : (Undang, 1994)
Melihat dari hasil pengamatan di praktikum kali ini daun bambu (Bambusa sp) merupakan daun tunggal yang memiliki bagian-bagian daun lengkap yaitu, pelepah daun atau upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Tumbuhan bambu (Bambusa sp) memiliki bangun daun berupa bangun garis, ujung daun yang runcing (acutus). Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya yang berjudul Morfologi Tumbuhan (1985:29), daun bambu dapat dikatakan runcing karena kedua tepi ujung daun  di kanan dan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun yang membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 90°).
Pangkal daun bambu (Bambusa sp) yaitu runcing (acutus), tepi daunnya rata (integer), daging daun yang tipis seperti kertas (papyraceus), permukaan bagian atas yang kasar dan bagian bawah yang licin, serta memiliki warna daun yang hijau tua.



2.      Daun Tebu (Saccharum officinarium L.)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Class                     : Liliopsida
Ordo                     : Poales
Family                  : Poaceae
Genus                   : Saccharum
Spesies                 : Saccharum officinarium L.
Sumber                 : (Undang, 1994)
Tanaman tebu (Saccharum officinarium L.) merupakan daun tidak lengkap, karena hanya terdiri pelepah dan helaian daun, tanpa tangkai daun. Pelepah memeluk batang, makin ke atas makin sempit. Pada pelepah terdapat bulu-bulu dan telinga daun. Helaian daun berbentuk garis sepanjang 1 sampai 2 meter dan melebar 4 sampai 7 cm.
Dari hasil praktikum daun tebu (Saccharum officinarium L.) memiliki bangun daun pita (ligulatus) karena penampang melintangnya lebih panjang dari bangun garis, ujung daunnya runcing (acutus), pangkal daunnya rompang/rata (truncatus), tepi daun yang rata (integer), daging daunnya tipis seperti kertas, permukaan bagian atas daun yang kasar dan bawah yang kasap, serta memiliki warna daun yang hijau.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya yang berjudul Morfologi Tumbuhan (1985:13), upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga dapat mempunyai fungsi lain : sebagai pelindung kuncup yag masih muda, seperti pada tanaman tebu (Saccharum officinarium L.)



3.      Daun Pisang (Musa paradisiaca L.)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Liliopsida
Ordo                     : Zigeberales
Familia                 : Musaceae
Genus                   : Musa
Spesies                 : Musa paradisiaca L.
Sumber                 : (Undang, 1994)
Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa daun pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan daun lengkap karena memiliki bagian-bagian pelepah daun atau upih daun (vagina), tangkai daun(petiolus), dan helaian daun (lamina). Daun pisang (Musa paradisiaca L) mempunyai bangun daun yang jorong (ovalis), ujung daun yang membulat, pangkal daunnya membulat (rotundatus), tepi daun yang rata (integer), daging daunnya yang tipis seperti kertas (papyraceus), permukaan atasnya yang licin dan permukaan bawah yang licin berselaput lilin, serta memiliki warna daun yang hijau cerah pada bagian atas, dan hijau gelap pada bagian bawah daun.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya yang berjudul morfologi tumbuhan (1985:8), daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya : pohon pisang (Musa paradisiaca L.), pohon pinang (Areca catechu L.), bambu (Bambusa sp) dan lain-lain.

4.      Daun jarak (Ricinus communis L.)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Ordo                     : Euphobiales
Familia                 : Euphorbiaceae
Genus                   : Ricinus
Spesies                 : Ricinus communis L.
Sumber                 : (Undang, 1994)
Daun jarak (Ricinus communis L.) merupakan daun tunggal yang tergolong daun tidak lengkap, karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Daun jarak (Ricinus communis) memiliki bangun daun perisai (peltatus), ujung daunnya runcing, pangkal daun yang membulat, tepi daun yang bercangap menjari, daging daunnya tipis seperti kertas, permukaan atas dan bawah daunnya licin, serta memiliki warna daun yang hijau.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya yang berjudul Morfologi Tumbuhan (1985:44), bercangap menjari (palmatifidus) jika tepinya bercangap, sedang susunan tulangnya menjari, misalnya daun jarak (Ricinus communis L.)

5.      Daun Widelia (Widelia sp)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Ordo                     : Asteridae
Familia                 : Asteraceace
Genus                   : Widelia
Spesies                 : Widelia sp
Sumber                 : (Undang, 1994)
Daun widelia (Widelia sp) termasuk daun tunggal yang tidak lengkap, karena hanya terdiri atas bagian tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Dari hasil pengamatan daun widelia memiliki bangun daun bulat telur, ujung daun yang runcing, pangkal daunnya yang tumpul, tepi daunnya bergerigi ganda, daging daunnya tipis seperti kertas, memiliki permukaan atas dan bawah daun yang berbulu kasar, serta warna daun yang hijau cerah pada permukaan atas daun dan hijau suram pada permukaan bawah daunnya. Menurut http://digilib.unila.ac.id Tumbuhan ini memiliki morfologi daun membulat telur, dengan pangkal membulat.

6.      Daun Keladi (Colocasia sp)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Liliopsida
Subclassis             : Arecidae
Ordo                     : Arales
Familia                 : Areceae
Genus                   : Colocasia
Spesies                 : Colosacia sp
Sumber                 : (Undang, 1994)
Berdasarkan hasil praktikum diperoleh bahwa daun keladi merupakan daun lengkap yang memiliki tangkai daun, helaian daun serta pelepah daun. Daun keladi (Colocasia sp) memiliki bangun daun perisai, ujung daun yang runcing, pangkal daun yang membulat, tepi daunnya yang rata, dengan daging daunnya yang tipis lunak. Permukaan atas dan bawah daun yang licin berselaput lilin, serta memiliki warna daun yang hijau suram.
Menurut http://tetihera.blogspot.com tanaman keladi memiliki daun berbentuk perisai dengan ujung daun meruncing dan pangkal daun membelah.

7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom              : Plantae
Subkingdom         : Tracheobionta
Super Divisi         : Spermatophyta
Divisi                    : Magnoliophyta
Classis                  : Dicotyledoneae
Subkelas               : Dialypetalae
Ordo                     : Sapindales
Family                  : Anacardiaceae
Genus                   : Mangifera
Spesies                 : Mangifera indica L
Sumber                 : (Tjitrosoepomo, 2010)
Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa daun mangga (Mangifera indica L) merupakan daun yang tidak lengkap karena hanya memiliki bagian tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Daun mangga mempunyai bangun daun lanset, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang tumpul, bertepi daun rata, daging daun nya perkamen , permukaan atas daun yang licin mengkilap serta permukaan bawah daun yang licin, dan memiliki warna daun yang hijau cerah pada permukaan atas daun serta permukaan bawah daun yang hijau suram.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya yang berjudul Morfologi Tumbuhan (1985:34), daun-daun menyirip misalnya daun mangga (Mangifera indica L)

VI.             KESIMPULAN
                          1.      Daun tunggal adalah jika pada tangkai daunnya hanya terdapat sat helaian daun saja.
                          2.      Daun lengkap terdiri atas bagian-bagian:
a.       Upih daun atau pelepah daun (vagina)
b.      Tangkai daun (petiolus)
c.       Helaian daun (lamina)
                          3.      Daun tidak lengkap adalah daun yang tidak memiliki satu dari tiga bagian di atas (daun lengkap).
                          4.      Daun pisang (Musa paradisiaca L.), daun bambu (Bambusa sp), dan daun keladi (Colocasia sp) termasuk daun lengkap.
                          5.      Daun jarak (Ricinus communis L.), daun widelia (Widelia sp), daun mangga (Mangifera indica L.) dan daun tebu (Saccharum officinarum L.) termasuk daun tidak lengkap.















VII.          DAFTAR PUSTAKA

Amintarti, Sri. 2016. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin : PMIPA FKIP UNLAM.

Anonim. 2016. http://digilib.unila.ac.id (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim a. 2016. http://www.arsihbamboo.com (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim b. 2016. http://www.junglegardens.co.uk (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim c. 2016. http://1.bp.blogspot.com (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim d. 2016. http://www.sitkes.com  (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim e. 2016. http://upload.wikimedia.org  (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim f. 2016. http://3.bp.blogspot.com (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Anonim g. 2016. http://4.bp.blogspot.com (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Herawati, Teti. 2013. Laporan Praktikum 1 Mortum. Melalui http://tetihera.blogspot.com  (Diakses pada tanggal 7 Maret 2016)

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Undang, A.D. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar